Categories
Kuliner

Pasar Tradisional Sekaligus Tempat Hang-Out

Stoica.id – Sejak pertengahan tahun 2014, Pasar Santa dengan wajah baru jadi tempat yang ramai dikunjungi. Pasar ini menjadi tolok-ukur sekaligus menumbuhkan semangat berbelanja ke pasar tradisional yang sesungguhnya menjadi nyawa ekonomi masyarakat kita. Pasar ini juga kini jadi tempat hang out kaum urban muda Jakarta. Keren Bukan? Ayo kita berkunjung ke sana!

Baca juga : Catering Sehat Jakarta

Ibarat datang ke sebuah mall, rombongan anak kuliahan, eksekutif kantoran, hingga ibu-ibu kalangan menengah berbondong-bondong menyambangi Pasar Santa setiap hari. Padahal setahun lalu tempat ini adalah pasar yang kondisinya tak jauh beda dengan pasar tradisional lainnya, yang kumuh dan becek. Bangunan yang didirikan tahun 1971 ini memiliki lantai basement, ditambah area jualan yang terdiri dari 2 lantai. Kondisi bangunannya sudah permanen sejak tahun 2007.

Di lantai 1 terdapat pasar tradisional. Jika menaiki tangga lantai 2 Anda akan menemukan deretan kios dengan pernak pernik dan desain kreatif tampak berjajar di sana. Padahal tak ada perombakan berarti pada bentuk asli bangunan maupun kios yang berukuran 2×2 meter ini. Setiap pemilik usaha mendesain secara kreatif kiosnya menjadi tempat yang terkonsep dan keren. Konsep desain kios antara lain didominasi gaya vintage, rustic, chic, modern, dan minimalis yang sangat kreatif.

Penggunaan dinding kayu, meja display yang ditata cantik, serta cat berwarna-warni sesuai konsep makanan yang mereka jual membuat nuansa pasar ini tak lagi seperti pasar tradisional, melainkan pasar seni! Bicara soal pengunjungnya, rata-rata anak-anak muda dan pekerja kantoran yang menenteng gadget canggih di tangan terlihat berlalu-lalang, asyik menikmati suasana nongkrong, sambil makan, dan berfoto-ria.

Berawal dari kedai kopi di tengah pasar

Jika menelusuri terobosan wajah Pasar Santa saat ini, maka harus diakui pelopor perubahan ini dimulai oleh kemunculan sebuah sekolah kopi bernama ABCD (A Bunch of Caffeine Dealers) School of Coffee pada awal 2013 lalu. “Awalnya para penggemar kopi berkumpul di Dapoer Kopi, di lantai dasar pasar Santa,” kisah ve Handojo, salah satu pendiri ABCD School of Coffee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *