Categories
Berita

Mengenal Lingkungan dan Budaya Lewat Peta

Berbagai tempat menarik dipetakan dan ditandai dengan ikon yang memudahkan orang lain untuk mengenali dan menjangkaunya. Itulah yang dilakukan komunitas ini. Anda yang di Jakarta, ketika berada di halte TransJakarta mungkin pernah melihat sebuah poster yang memuat tanda simbol atau ikon yang mirip rambu-rambu jalan, tapi Anda mungkin tidak tahu maknanya. Itulah poster dari Peta Hijau.

Baca juga : Jual Genset Jakarta

Poster yang memuat informasi titik-titik hijau dan keunikan budaya pada suatu daerah ini merupakan hasil pengamatan orang-orang yang tergabung dalam sebuah komunitas bernama “Peta Hijau”. Peta Hijau atau Green Map merupakan gagasan Wendy Brower, warga negara Amerika yang Mengenal Lingkun gan dan Buda ya Lewat Peta bermukim di New York. Uniknya, ide dibuatnya peta suatu kawasan ini muncul saat ia tersesat di Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta pada tahun 1999.

Dari kejadian itu terlintaslah untuk ingin membuat peta dengan ikon yang bisa dipahami oleh orang banyak disertai penjelasan keunikan. Ternyata idenya tersebut menarik banyak orang di seluruh dunia sehingga berkembang di lebih dari 50 negara. Di Indonesia, Peta Hijau terbentuk karena inisiatif Marco Kusumawijaya yang kebetulan bertemu dengan Wendy pada tahun 2000. Diawali dibentuknya Peta Hijau Jakarta (PHJ) pada bulan Maret 2004, kini Peta Hijau tersebar di 122 kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Jogja, Surabaya, Malang, Bandung, dan Denpasar.

Kota Batu Sangkar dan Sumba baru saja terbentuk dan kini sedang giat menggali kekayaan lingkungannya. Peta Hijau memiliki sekitar 170 ikon standar global yang digunakan di seluruh Peta Hijau di dunia. Ikon yang tertera menunjukkan adanya sesuatu yang menarik, misalnya waduk, taman, kebun binatang, dan museum. Keberadaan situ, jogging track, jalur sepeda, dan desa tradisional juga dipetakan disertai dengan jalur akomodasi menjangkaunya. Jika tempat tersebut sangat spesifi k sehingga belum ada dalam ikon standar global maka pemeta hijau dibolehkan membuat simbol lokal sendiri.

Peta Hijau Jakarta Saat ini Koordinator Peta Hijau Jakarta adalah Nirwono Yoga, Bayu Wardhana menangani divisi sosialisasi, dan Niken Prawestiti pada bidang kegiatan. Menurut Bayu, secara umum kegiatan Peta Hijau terdiri dari 3 hal yang berkaitan, yaitu alam, sosial dan budaya, serta kehidupan berkelanjutan.

Jika ada yang mempunyai informasi tempat baru yang menarik maka dijadwalkan pada pertemuan yang dilaksanakan dua minggu sekali untuk menikmati dan mengamati, lalu dipetakan. Kegiatan diinformasikan melalui milis greenmapjakarta@yahoogroup.com dan facebook Green Map Jakarta. Keanggotaan Peta Hijau ini sifatnya cair. “Artinya, keanggotaannya tidak mengikat karena ini bukanlah organisasi sehingga orang bisa bergabung kapan saja,” Niken menjelaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *