Categories
Uncategorized

LOBI PENCAK SILAT PETINGGI POLISI

DUA petinggi Markas Besar Kepolisian RI datang memenuhi undangan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa pekan lalu. Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti dan wakilnya, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, datang beriringan ke kantor Luhut di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar setengah jam itu, menurut Badrodin, Luhut sempat menyinggung isu perpanjangan masa jabatannya sebagai Kepala Polri.

Dalam pertemuan itu, Luhut menanyakan respons internal Markas Besar Polri tentang isu perpanjangan tersebut. ”Saya bilang baik-baik saja. Enggak ada masalah,” kata Badrodin. ”Yang ribut kan orang luar, media, dan parlemen.” Badrodin enggan menjelaskan lebih jauh isi pertemuan tersebut. Luhut tak menyangkal kabar ada pertemuan dengan kedua petinggi kepolisian tersebut. Tapi, menurut dia, pertemuan itu bukan membahas perpanjangan masa jabatan Kapolri, melainkan tentang rencana pengamanan hari raya Idul Fitri. ”Enggak ada apa-apa,” NASIONAL CALON KAPOLRI TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO ujarnya.

Menjelang masa pensiun Badrodin pada akhir Juli nanti, isu perpanjangan masa jabatannya sebagai Kapolri memang santer beredar. Isu ini menggelinding ke publik setelah Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei mereka awal Mei lalu. Hasil survei menyebutkan sebagian besar responden puas atas kinerja Badrodin. Hasil survei ini ditindaklanjuti dengan diskusi di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, pertengahan Mei lalu. Sejumlah anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat hadir dalam acara ini.

”Rekomendasinya kami minta Pak Badrodin diperpanjang masa tugasnya sebagai Kapolri,” ucap Direktur Eksekutif IDM Widodo Tri Sektianto. Seorang sumber yang dekat dengan sejumlah petinggi kepolisian mengatakan survei dan diskusi itu disponsori seorang perwira tinggi yang pernah menjabat kepala kepolisian daerah di Kalimantan dan masih kerabat Badrodin.

Widodo tak membantah kabar bahwa perwira itu ikut terlibat dalam survei dan seminar tersebut. Tapi, kata dia, perwira itu hanya sebagai narasumber, bukan yang mendukung pendanaan. Badrodin mengaku sempat mendengar kabar seminar itu, tapi tidak tahumenahu siapa penyelenggaranya. ”Saya dengar juga itu, tapi kan saya enggak ikutikutan,” ujarnya. Isu perpanjangan masa jabatan ini semakin menjadi ”bola panas” setelah sejumlah anggota DPR ikut bersuara.

Ada kalangan di DPR yang mendukung perpanjangan ini karena Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian dan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian memberi celah masa pensiun anggota kepolisian bisa diperpanjang dari 58 tahun menjadi 60 tahun. Syaratnya harus memiliki keahlian khusus. Salah satu pendukung perpanjangan ini adalah Wakil Ketua DPR yang juga politikus Partai Gerindra, Fadli Zon. ”Tidak jadi masalah dan tidak melanggar undang-undang,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *