Categories
Rumah

Olah Kreasi pada 3 Elemen Ruang ala Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik

Olah Kreasi pada 3 Elemen Ruang ala Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik yang menyediakan jasa renovasi dan pembangunan bangunan baru dengan harga yang bersaing. Pengerjaan yang tepat waktu dan hasil memuaskan.

Berkat pengolahan yang tepat, lantai, dinding, dan plafon pun menjadi sarana yang efektif untuk memperindah ruang makan. Untuk menambah kenyamanan sekaligus memperindah ruang, maka ketiga elemen pembentuk ruang, yaitu lantai, dinding, dan plafon diolah secara kreatif dengan cara mengaplikasikan panel dan ceiling. Keberadaan panel dan drop ceiling ini juga membuat ruang drop lebih berdimensi sekaligus untuk mempertegas area ruang makan yang letaknya terbuka, bersebelahan dengan ruang keluarga dan dapur bersih.

Karpet di Lantai Sebuah karpet lembut yang dihamparkan membuat ruang makan ini terasa lebih santai. Adanya karpet jenis shagy ini memberi variasi corak pada lantai putih yang berbahan keramik. Lampu Gantung Lampu dekoratif yang menggantung di drop ceiling semakin menambah daya pikat ruang ini. Cahayanya berpendar membentuk bayangan menarik di atas drop ceiling.

Karpet di Lantai Sebuah karpet lembut yang dihamparkan membuat ruang makan ini terasa lebih santai. Adanya karpet jenis shagy ini memberi variasi corak pada lantai putih yang berbahan keramik. Lampu Gantung Lampu dekoratif yang menggantung di drop ceiling semakin menambah daya pikat ruang ini. Cahayanya berpendar membentuk bayangan menarik di atas drop ceiling.

Padded Wall Pada sisi dinding yang lain dihiasi padded wall yang “melembutkan” bidang vertikal ruang ini. Panel berbahan multipleks ini ditambah busa setebal 4cm dan dilapis kulit sintetis jenis oscar. Agar tidak terkesan datar, dipasanglah deretan kancing di permukaannya, membentuk garis diagonal. Panel Dinding Salah satu dinding ruang makan dihiasi panel berlapis cermin setebal 6mm yang dilapisi dengan cutting sticker bermotif ?oral. Pada cermin ini terpantul bayangan semu, seolah ada ruang makan lain di dalamnya. Bayangan semu ini semakin menarik karena seolah “tersembunyi” di balik motif ?oral cutting sticker.

Categories
Rumah

Menghias Dinding dengan Papan Nama

Banyak cara bisa dilakukan untuk menghias dinding agar tampil menawan. Salah satunya dengan memasang jenis wall hanging bisa dipilih sesuai karakter wall hanging. Beragam penghuni rumah. Papan nama bisa menjadi pilihan. Dengan sedikit kreativitas, Anda bisa membuat sendiri papan nama.

Baca juga : Jual Genset Palembang

Anda pun bisa memilih kata-kata yang tepat untuk dijadikan gantungan papan nama. Bahannya pun bisa bervariasi, salah satunya dari kayu jati belanda. Daya tarik yang utama kayu jati belanda ada pada harganya yang relatif murah dan memiliki karakter tersendiri dibandingkan kayu lain. Kayu bekas peti kemas yang berwarna kuning muda ini, memiliki alur urat dan mata kayu yang unik. Berikut tahapan cara membuatnya.

Alat dan Bahan 1. Dua lembar papan kayu jati belanda lebar 8cm. 2. Print out kata-kata pilihan. 3. Cat semprot berwarna biru. 4. Lem semprot. 5. Rantai kecil. 6. Kertas amplas. 7. Gergaji. 8. Gunting. Cutter9. . Tang.10. 11. Obeng. 12. Penggaris. 13. Pensil.

Langkah – langkah

1 Bagi papan menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah kata yang ingin dituliskan. Pada tulisan ini, papan dibagi menjadi 5 bagian, masing-masing panjang 22cm dan lebar 8cm.

2 Potong papan menjadi 5 bagian dengan menggunakan gergaj

3 Potong bagian dalam setiap huruf menggunakan cutter sehingga membentuk mal cetakan.

4 Semprot permukaan belakang kertas mal cetakan dengan lem semprot.

5 Tempel kertas mal cetakan di atas potongan papan. Usahakan agar bagian tepi mal cetakan menempel dengan sempurna

6 Semprotkan cat semprot di atas mal cetakan yang telah ditempel pada papan. Tunggu beberapa saat. Setelah cat kering, buka kertas cetakan perlahanlahan.

7 Pasang paku gantungan di dua titik pada bagian atas dan bawah papan. Dengan menggunakan tang, satukan semua papan dengan rantai kecil mulai dari atas hingga bawah.

8 Rangkaian papan nama siap digantung di dinding atau depan pintu.

Perkiraan Harga 1.Papan kayu jati belanda bekas Rp7.000/lembar 2.Paku gantungan kayu 20 buah Rp8.000 3.Rantai kecil 1m Rp6.500 4.Lem semprot Rp100.000 5.Cat semprot Rp20.000

Categories
Rumah

Gerombolan Pemuda Penggerak Kota Bagian 2

Kenapa pekerjaan HTH merambah ke arah perhelatan kota, mengingat sebagian besar dari Anda berasal dari latar belakang pendidikan desain dan arsitektur? Dalam dunia arsitektur, sebuah rumah yang baik terbentuk oleh 50% peranan arsitek atau desainer. Sisanya, 50% itu dibentuk oleh pengisi “ruang”. Nah, untuk mengubah sebuah lingkungan menjadi lebih baik, kami juga harus memikirkan kebiasaan sang pengisi pengguna lingkungan. Alhasil, regenerasi ruang menjadi salah satu visi dan misi kami.

Baca juga : Jual Genset Makassar

Salah satu strategi regenerasi lingkungan dan ruang yang baik adalah melalui perhelatan kota. Kami ingin mengajarkan masyarakat, bahwa cara menghidupkan kota adalah dengan menikmati ruang publik secara menyeluruh. Menurut kami, semua masalah sosial bisa cair di ruang publik. Yang penting, ruang publiknya nyaman digunakan. Salah satu perhelatan akbar hasil karya HTH adalah Keuken.

Bagaimana bisa tercetus ide untuk membuat acara semacam itu? Kami sadar, bahwa satu hal yang bisa membuat orang tetap menikmati ruang publik dalam waktu lama adalah kuliner. Lahirlah Keuken, acara kuliner berkonsep akrab dan bertema urban—ada booth kuliner berdesain apik, panggung musik, dan panggung memasak. Tempatnya pun cenderung menyebar dari tahun ke tahun, agar aktivitas kota merata.

Alhasil, dari kali keempat kami mengadakan Keuken, acara yang terakhir meraup pengunjung hingga 12.000 orang, lho! Padahal, kami hanya menggunakan sistem promosi via media sosial untuk meraih angka pengunjung sebesar itu.

Apakah kegiatan inisiatif seperti Keuken dan Braga Culinary Night memberi dampak positif bagi divisidivisi lainnya? Tentu saja. Setidaknya, masyarakat jadi lebih mengenal nama kami, meskipun banyak yang salah mengartikan kami sebagai event organizer. Padahal, sebenarnya perhelatan inisiatif seperti itu adalah pameran karya kami. Portofolio kami. Alhasil, proyek pun mengalir deras ke seluruh penjuru divisi, sejak acara-acara ini berlangsung.

Apakah arti sebuah “ruang” bagi HTH? Menurut kami, ruang terbentuk oleh kebiasaan pengisinya sendiri. Ruang akan menjadi hidup karena ada aktivitas di dalamnya. Desain ruang yang baik, tentulah ruang yang dapat mengarahkan dan memperbaiki aktivitas penghuninya, tak hanya indah dipandang secara visual saja.

Categories
Rumah

Gerombolan Pemuda Penggerak Kota

Terkait oleh jalinan pertemanan bervisi serupa, para pemuda ini ikut berkontribusi aktif dalam perkembangan masyarakat urban, khususnya di kota Bandung. Mereka menjuluki diri dengan nama House The House. Siang itu, udara di kota Bandung sedang panas- panasnya. Gerah. Wajar saja. Jarum jam sudah menunjuk ke arah angka satu.

Baca juga : Jual Genset Semarang

Namun, anehnya, tawa renyah tetap terdengar riuh dari sudut kompleks rumah toko (ruko) bertajuk Setrasari Mall ini. Keriangan itu berasal dari kumpulan pemuda berlogat Sunda yang tengah bersenda gurau di depan bangunan ruko berfasad kayu. Jangan salah kira. Gerombolan pemuda itu tak sedang asal nongkrong belaka.

Beragam ide cerdas dan kreatif mengalir deras dari senda gurau tersebut. Bahkan, berbagai hasil diskusi pun telah diwujudkan dalam kehidupan nyata. Berbagai perhelatan kota, seperti Keuken, Braga Culinary Night, dan Cikapundung River Cinema, menjadi perwujudan portofolio mereka. Ya.

Perlahan namun pasti, House The House (HTH) seakan menjadi ikon baru bagi Bandung, kota yang dikenal melahirkan jiwa-jiwa kreatif. Lantas, apakah yang melandasi lahirnya karya-karya mereka, meskipun dari segi usia, mereka masih terbilang belia? Inilah hasil perbincangan dengan para pemuda kreatif tersebut dalam uraian berikut.

Adakah cerita di balik berdirinya HTH?

Awalnya, kami berasal dari jurusan perkuliahan dan kampus yang berbeda, mulai dari desain, arsitektur hingga informatika. Masing-masing dari kami memiliki media idealis sesuai bidang kami, yaitu Orders, yang membahas ranah arsitektural; Fold, yang mengusung tema desain produk; dan Bandung Affairs, yang membahas kota dan kultur. Berkat jaringan pertemanan, kami berniat menyatukan mediamedia ini dalam satu wadah besar. Hasilnya adalah badan jasa bernama House The House. Wacana ini kami lontarkan sejak akhir tahun 2010. Namun, baru terwujud pada tanggal 24 Februari 2011.

Apa saja yang menjadi ranah pekerjaan HTH? Kami terbagi atas 3 divisi pekerjaan, yaitu Built Environment, mengerjakan desain-desain arsitektural, interior, lanskap dan landmark; Branding and Identity, mengerjakan materi promosi secara grafs; dan Cultural Strategy, yang mengerjakan kegiatan-kegiatan kota, baik secara festival ataupun edukasi.

Categories
Rumah

Bagaikan Resor di Kota Bandung Bagian 2

Kamar Bawah Tanah

Jenis kontur tanah di Bandung yang naik turun bukanlah menjadi masalah berarti bagi Dendy. Justru kekurangan ini ia manfaatkan untuk menciptakan sebuah ruang tidur bawah tanah. Ya, ruang tidur Franky dan istri justru berada di bawah ruang keluarga dan dapur. Ruang bawah tanah ini disulap menjadi 2 ruang tidur dan 1 ruang pakaian sekaligus ruang servis yang berada di balik lemari built-in.

Baca juga : Jual Genset Tangerang

Kamar berukuran 3m x 3m ini sudah berhasil memenuhi kebutuhan Franky dan istri dengan adanya lemari built-in yang dibangun hingga menyentuh plafon, sehingga tidak perlu ada furnitur lain yang justru membuat sempit ruangan.

Dapur Area Favorit

Di antara ruang lainnya, dapur adalah ruang favorit Ruth. Selain untuk menyajikan santap hidangan, aktivitas Ruth juga lebih banyak di ruangan ini. Ruangan ini berada persis di depan pintu masuk utama. Desain kitchen set yang cantik dan fungsional semakin membuat Ruth jatuh cinta dan rela berlama-lama di area ini. “Sudut yang paling saya suka, sih,s di dapur, karena sejak jadi istri aktivitas lebih banyak di sana sekarang,” ujar Ruth.

Material desain kitchen set adalah kombinasi keramik dan kayu pinus. Material keramik diaplikasikan pada dinding bagian tengah kitchen set sampai plafon mezanin, sedangkan bagian rakrak menggunakan kayu pinus. Sementara untuk sink, Dendy menggunakan batu granit dan solid surface untuk menghindari lapuknya kayu akibat siraman air ketika mencuci. Keberadaan mezanin di atasnya, membuat dapur ini merupakan pemanfaatan dari lahan sisa. Mengoptimalkan lahan dan ruang sisa sepertinya dilakukan Dendy dengan sangat baik. Sehingga, tidak ada lagi lahan yang terbuang.

Berkarakter Lewat Aksesori Interior

Profesi Franky yang adalah seorang entertainer rupanya tercermin pula pada aksesori pengisi interior yang digunakan, seperti bingkai foto bertemakan salah satu band legendaris terkenal. “Kebetulan saya seorang penyanyi, jadi enggak heran kalau di sini ada peralatan musik dan aksesori berbau musik,” ujar vokalis band lokal Madina ini.

Tidak hanya itu, aksesori lainnya seperti pajangan berbau pantai, dan lainnya tampak kental menggambarkan sang pemilik rumah. Interior pengisinya sangat jelas menampilkan personalisasi si pemilik rumah. Sehingga, Anda sudah dapat menebak seperti apa kesukaan si pemilik rumah tersebut. Inilah yang membuat rumah ini tidak sekadar unik tapi juga berkarakter.

Categories
Rumah

Bagaikan Resor di Kota Bandung

Mengawali hari di kota Bandung, berkesempatan mendatangi hunian mungil yang berada di kawasan Bojongkoneng, Bandung. Cuaca siang itu cukup terik, namun semangat untuk menjajaki rumah di kota Kembang ini tidak surut. Pukul 11.00 WIB, sudah berada di kawasan perumahan Bojongkoneng, tepatnya di balik sebuah pagar rumah abu-abu milik pasangan Franky Foe dan sang istri, Ruth Desire Oppier.

Baca juga : Jual Genset Balikpapan

Dari penampakan fasadnya, awalnya kami beramsumsi rumah ini kecil dan hanya terdiri dari satu lantai. Namun, ada yang unik dari bangunan ini dan keindahan di dalamnya sudah memanggil kami untuk masuk. Benar rupanya, rumah Kang Franky—begitulah kami memanggilnya— sangatlah unik dan berkarakter. Sang arsitek sekaligus desain interior Dendy Darman tahu betul bagaimana memanfaatkan lahan mini menjadi sebuah bangunan yang fungsional. Udara luar yang tadinya panas, langsung tergantikan dengan suasana nyaman dan sejuk di dalam rumah.

Dominasi Kayu Pinus Hal yang paling menonjol dari rumah ini adalah penggunaan kayu pinus. Bisa dibilang, kayu pinus ini mengisi 90% rumah ini. Kayu pinus dikenal karena keunggulannya yang ringan, ekonomis, dan karena berasal dari luar negeri, kayu jenis ini memiliki standar oven yang telah ditentukan. Hal itulah yang dimanfaatkan Dendy.

Ia mengaplikasikan kayu pinus ini pada hampir keseluruhan bangunan rumah rancangannya. Bila kebanyakan dinding menggunakan beton atau gipsum, rumah ini menempelkan kayu pinus untuk menampilkan kesan alami. Potongan kayu pinus ini memenuhi dinding hingga plafon di ruang keluarga yang sekaligus ruang makan ini.

Material kayu ini pun hadir pada tampilan kitchen set, tangga, aplikasi furnitur, dan rangka mezanin. Pengolahan ruang dengan material kayu ini membuat rumah seolah bangunan resor lengkap dengan panorama alam sekitarnya.

Suguhan Pemandangan Kota Bandung

Seolah ingin menegaskan keindahan Kota Bandung, Dendy pun menyisakan sedikit lahan di rumah ini untuk dijadikan teras. Panorama gunung pun sudah menunggu untuk dinikmati. “Kita sangat menyukai terasnya, karena langsung menuju view ke pegunungan, sangat indah sekali. Apalagi kalau pagi hari, wuih, bisa menyaksikan matahari terbit,” ujar Franky antusias.

Ya, letak teras yang menghadap ke arah timur, memungkinkan pemilik rumah menyaksikan indahnya matahari terbit sekaligus menikmati segarnya udara Kota Bandung yang bersih nan sejuk. Tak berhenti sampai di situ saja, sebuah balkon berukuran mini yang ada di luar kamar tidur makin memanjakan ketika suasana matahari pagi menjelang.

Categories
Rumah

Warna Elegan untuk Si Mapan

Warna yang cenderung gelap dan mendekati warna alam, menggambarkan suasana ruang yang konservatif dan lebih dewasa. Umumnya, warna ini banyak dipakai untuk penghuni yang sudah menginjak usia mapan dari segi fnansial maupun emosional. Untuk interior rumah contoh yang ukurannya cukup besar ini, desainer Lo Rufna memilih nuansa warna-warna gelap yang elegan, seperti biru dongker, cokelat tua, merah, dan abu-abu. Motif yang dipilih pun terasa lebih aman dan mudah diterima mata, agar dapat menyasar konsumen yang tepat.

Baca juga : Jual Genset Bali

Meringankan Unsur Klasik

“Nuansa klasik di sini dipadukan dengan nuansa modern supaya bisa diterima calon pembeli yang seleranya berbeda,” Fif menjelaskan. Perpaduan ini terlihat jelas sejak kita memasuki ruang tamu yang kental dengan nuansa warna biru dongker. Meski pelapis sofa di ruang ini menggunakan kain beludru yang mewah, bentuk sofa yang simpel dan tak banyak detail membuat ruangan lebih modern. Masuk lebih jauh ke dalam, terdapat ruang makan yang diapit oleh ruang keluarga dan dapur. Ketiadaan tembok dan partisi membuat ruangan ini terasa lebih menyatu, namun tetap dapat menjalankan masing-masing fungsinya dengan baik.

Ruang makan ini juga berbatasan dengan taman belakang yang terdiri dari kolam renang dan gazebo. Agar tetap menyatu dengan alam, ruang ini menggunakan warna-warna yang kental dengan unsur alam seperti warna cokelat tua, krem, dan abu-abu.

Cantik dengan Banyak Detail

Berkat ruang yang luas, meletakkan furnitur di dalam rumah contoh ini tak terlalu merepotkan. Furnitur di rumah ini menjadi penanda ruangan yang memisahkan fungsi satu ruang dengan lainnya, sehingga partisi tak diperlukan lagi. Furnitur ini juga dilengkapi dengan beragam aksesori yang mempercantik ruangan. “Rumah besar tentu furnitur dan aksesorinya harus lebih lengkap. Tapi jangan terlalu penuh atau terlalu kosong,” tutur Fifi.

Beragam aksesori mengisi setiap sudut rumah ini, sehingga meski belum dihuni, tetap terasa hidup dan lengkap. Aksesori yang dipilih memiliki detail klasik yang cantik, meski tak berlebihan. Aksesori ini warna netral seperti krem, putih, dan cokelat, sehingga dapat menyatu dengan elemen interior lainnya di dalam ruangan.