Categories
Kuliner

Ada tortila bayam

Salah satu gerai terbaru adalah It’s a Wrap. Sajian yang ditawarkan berupa homemade tortilla yang berwarna kehijauan karena dicampur dengan bayam. Lalu Anda diberi pilihan protein berupa ayam, ikan, dan daging sapi. Ayam dan ikan diolah dalam balutan tepung, dan digoreng. Sedangkan daging sapi diolah menjadi beef kooftah ala turki, yaitu daging giling yang diolah dengan rempah dan keju.

Sebagai sentuhan terakhir, ada 4 pilihan saus, yaitu BBQ, mushroom, blackpepper, dan mayo. Menu ini bisa dinikmati di mana saja, sambil berkeliling menikmati suasana pasar santa. Harganya berkisar antara Rp 22 ribu – Rp 28 ribu. Jika cuaca sedang panas, paling asyik ditemani ragam cendol istimewa dari Cendol Bar.

Gerai ini menawarkan cendol dengan ragam varian unik, mulai dari cendol original dengan tambahan santan dan gula aren, hingga tambahan toping lainnya seperti avocado, black sticky rice, oreo, grass jelly, pearl bubble, duren, greentea, hingga ragam es duren, termasuk tambahan toping berupa kitkat greentea dan ovomaltine. Harganya dipatok mulai Rp 18 ribu – Rp 30 ribu.

Selain makanan, ada juga toko musik yang menawarkan lagu-lagu jadul era 60-90 an, barang antik, kios pakaian, pernak-pernik, hingga galeri juga memenuhi deretan kios-kios di sini. Jika pasar segar di lantai 1 buka setiap hari mulai pagi hari, maka kios-kios di lantai 2 ini buka hari Rabu sampai Minggu mulai pukul 11-21.00. Nah, Anda siap hang out di Pasar Santa berwajah baru?

Categories
Kuliner

Berbagai Macam Menu dari Catering Pernikahan Jakarta

craftoflove.id – Berbagai Macam Menu dari Catering Pernikahan Jakarta. Tak hanya kopi, ragam kuliner menawan pun mulai merapat dan membidik pasar ini jadi lokasi jualan. Misalnya, Labruletory, yang menawarkan crème brulee rasa original, karamel, dan greentea. Selain tersaji polos, bisa juga ditambahkan topping berupa olesan nutella atau toblerone, lalu dibakar dengan torch. Sentuhan kreativitas memang jadi daya tarik anakanak muda ini dalam menjalankan bisnisnya di dalam kios di tengah pasar.

Misalnya jika menyantap di tempat, Labruletory menawarkan tambahan aroma dari botol kaca yang mengepulkan 3 pilihan flavour, yaitu larutan lemon, mint, hingga kopi. Sajian ini ditawarkan dengan harga bervariasi antara Rp 15 ribu – Rp 23 ribu. Di sini ada juga yang berjualan makanan berat misalnya Gerai Sop Medan, Sajian khas batak seharga Rp 18 ribu ini diboyong langsung dari Medan oleh Ny. Siu Ping.

Menu ini berisi mi dan bihun, lalu disiram kuah kaldu berisi potongan ayam yang sudah dimasak bersama 13 jenis rempah, lalu ditaburi kerupuk, irisan seledri dan bawang goreng. Pelengkapnya ada sate kerang dan sate telur puyuh seharga Rp 5 ribu per tusuk. Selain mi sop, Siu Ping juga menawarkan soto medan berisi daging sapi, ayam, dan udang seharga Rp 25 ribu. Gerai Mie Chino juga termasuk yang terlaris di pasar ini.

Gerai ini termasuk generasi awal yang mengisi kios di Pasar Santa ketika masih sangat sepi. “Kami masuk pasar Santa kira-kira 6 bulan lalu,” jelas Andre, yang mengelola gerai ini bersama sang kakak, Oka Diputra. Dalam sehari, khususnya saat akhir pekan, Andre bisa menghabiskan 25 kilogram mi. Keistimewaan sajian mie chino adalah tekstur mi yang cukup tebal dan kenyal dalam porsi yang cukup besar.

“Mi ini kami buat sendiri, dan tidak menggunakan telur sehingga bisa dinikmati juga oleh kaum vegetarian,” imbuhnya. Seporsi mi chino berisi mi, ditambah sayuran sawi, taoge, ayam, plus taburan daun bawang. Dua buah bakso disajikan dalam mangkuk terpisah bersama kuah yang mengepul panas. Seporsi menu ini dibanderol Rp 22 ribu.

Anda jangan membayangkan mi ayam biasa yang menyajikan ayam bercita rasa manis karena mi bergaya oriental ini menawarkan toping ayam bercitarasa gurih asin dalam kuah kental berwarna kuning. “Ini style mi dari daerah Kota karena kami berasal dari sana, dan kami perkenalkan di kawasan Jakarta Selatan,” imbuhnya.

Categories
Kuliner

Berawal dari kedai kopi di tengah pasar

Kemudian bersama Hendri Kurniawan, rekannya, mereka berinisiatif mendirikan ABCD School of Coffee di dalam pasar ini. Hendri Kurniawan juga bukan orang sembarangan. Ia tercatat sebagai World Barista Championship (WBC) Technical Judge, yang merupakan orang pertama dari Indonesia yang berhasil menyandang sebagai juri teknis WBC.

Di sinilah mereka mendirikan tempat sepanjang 3 kios untuk menjadi ajang berkumpul dan belajar tentang kopi. Meski di dalam pasar, mereka melengkapi semua alat alat untuk membuat kopi. Mulai dari ragam kopi espresso, cappuccino, latte, piccolo, atau filtered coffee. Dengan memanfaatkan media sosial, keberadaan kedai kopi di dalam pasar ini lalu dipopulerkan dengan tagar #ngopidipasar melalui Instagram. Tak diduga, sambutan di dunia maya begitu meriah.

Categories
Kuliner

Pasar Tradisional Sekaligus Tempat Hang-Out

Stoica.id – Sejak pertengahan tahun 2014, Pasar Santa dengan wajah baru jadi tempat yang ramai dikunjungi. Pasar ini menjadi tolok-ukur sekaligus menumbuhkan semangat berbelanja ke pasar tradisional yang sesungguhnya menjadi nyawa ekonomi masyarakat kita. Pasar ini juga kini jadi tempat hang out kaum urban muda Jakarta. Keren Bukan? Ayo kita berkunjung ke sana!

Baca juga : Catering Sehat Jakarta

Ibarat datang ke sebuah mall, rombongan anak kuliahan, eksekutif kantoran, hingga ibu-ibu kalangan menengah berbondong-bondong menyambangi Pasar Santa setiap hari. Padahal setahun lalu tempat ini adalah pasar yang kondisinya tak jauh beda dengan pasar tradisional lainnya, yang kumuh dan becek. Bangunan yang didirikan tahun 1971 ini memiliki lantai basement, ditambah area jualan yang terdiri dari 2 lantai. Kondisi bangunannya sudah permanen sejak tahun 2007.

Di lantai 1 terdapat pasar tradisional. Jika menaiki tangga lantai 2 Anda akan menemukan deretan kios dengan pernak pernik dan desain kreatif tampak berjajar di sana. Padahal tak ada perombakan berarti pada bentuk asli bangunan maupun kios yang berukuran 2×2 meter ini. Setiap pemilik usaha mendesain secara kreatif kiosnya menjadi tempat yang terkonsep dan keren. Konsep desain kios antara lain didominasi gaya vintage, rustic, chic, modern, dan minimalis yang sangat kreatif.

Penggunaan dinding kayu, meja display yang ditata cantik, serta cat berwarna-warni sesuai konsep makanan yang mereka jual membuat nuansa pasar ini tak lagi seperti pasar tradisional, melainkan pasar seni! Bicara soal pengunjungnya, rata-rata anak-anak muda dan pekerja kantoran yang menenteng gadget canggih di tangan terlihat berlalu-lalang, asyik menikmati suasana nongkrong, sambil makan, dan berfoto-ria.

Berawal dari kedai kopi di tengah pasar

Jika menelusuri terobosan wajah Pasar Santa saat ini, maka harus diakui pelopor perubahan ini dimulai oleh kemunculan sebuah sekolah kopi bernama ABCD (A Bunch of Caffeine Dealers) School of Coffee pada awal 2013 lalu. “Awalnya para penggemar kopi berkumpul di Dapoer Kopi, di lantai dasar pasar Santa,” kisah ve Handojo, salah satu pendiri ABCD School of Coffee.