Categories
Berita

Jemaat Misterius Gereja Santo Yosep Bag4

”Ia pelaku tunggal,” katanya. Pernyataan Nurfalah berbeda dengan kesaksian Ketua Dewan Pastoral Gereja Santo Yosep, Benar Ginting. Menurut Benar, di dalam gereja, Irwan duduk di barisan bangku tengah seraya menggendong tas dan menyamar sebagai anggota jemaat. Benar melihat pula, di sebelah kanan Irwan, beberapa orang yang tak biasa beribadat di gereja itu.

”Saya hafal jemaat yang beribadat di sini,” ujar Benar. Kesaksian Benar Ginting dikuatkan Anta Ginting, yang duduk lima meter dari Irwan. Ketika bom Irwan hanya memercikkan api dan mengepulkan asap, jemaat yang duduk di samping kiri Irwan berhamburan ke luar gereja. Tapi beberapa orang di kanan Irwan bergeming.

Categories
Parenting

Anak Autisme Tidak Perlu Diet Khusus

Banyak orangtua yang memiliki anak dengan kondisi autisme mengira pemberian menu khusus serta suplemen tambahan dapat membantu. Namun, menurut studi yang dimuat di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, upaya ini malah bisa menimbulkan masalah lainnya. Pemberian suplemen atau menu makanan bebas gluten, misalnya, malah membuat anak kekurangan beberapa jenis nutrien lain, seperti kalsium.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Atau, justru jadi kelebihan nutrien lainnya, seperti vitamin A. “Sebaiknya setiap anak diperiksa secara individual untuk menemukan potensi kekurangan atau kelebihan nutrien yang dialami,” anjur Patricia Stewart, Asisten Profesor di bidang Kesehatan Anak dari University of Rochester Medical Center, Rochester, New York. Terlepas dari itu, tak perlu ada perbedaan menu dengan anak-anak lainnya.

Masih Cadel

Anak lelaki saya (9) sampai sekarang bicara nya masih celat atau pelo, belum bisa mengucapkan huruf “r” berganti jadi “l” dan “k” berganti jadi “t”. Adik perempuannya (5 ) juga sama. Padahal kami selama ini tidak pernah menggunakan bahasa bayi dan tidak ada keturunan seperti itu. Bagaimana ya, bu, cara mengatasinya? Ke mana saya harus meminta bantuan? Terima kasih atas jawaban ibu mayke. Poppy rifai – magelang salam kenal Bu Poppy.

Untuk anak kedua yang berusia 5 tahun, masalah pelo masih dianggap wajar, namun tetap perlu diamati perkembangannya. Sedangkan untuk kakaknya yang berusia 9 tahun, pelo sudah tidak lazim. Apa saja usaha yang sudah ditempuh untuk mengatasi masalah pelo ini? Menurut keterangan Ibu, sehari-hari mereka terbiasa diajak berbicara dengan bahasa yang benar dan dari garis keturunan pun tidak ada yang pelo. Saya sarankan, konsultasi ke dokter ahli THT untuk diteliti bagaimana keadaan organ-organ bicaranya.

Setelah itu konsultasikan pada ahli terapi wicara, biasanya mereka bekerja di Klinik Tumbuh Kembang Anak yang ada di rumah sakit. Di rumah, Ibu dapat melatih anak untuk mengucapkan kata-kata yang mengandung huruf “r” , bisa divariasikan posisi huruf “r” di awal, tengah, atau akhir kata. Misal, “rumah”, ”rata”, “arta”, “garuda”, “ular”, “pagar”, dan seterusnya. Ketika mengajak anak berlatih, jangan sampai mengesankan dia dipaksa latihan.

Awali dengan permainan, umpama, pura-pura menyuarakan bunyi motor, “brem-brem-brem”, “rrrrrrr”, “arrgghh”. Apabila sudah berkonsultasi dengan ahli terapi wicara, tanyakan latihan-latihan yang perlu dilakukan di rumah, misalnya adakah senam lidah untuk membuat lidah lebih lentur. Saya berharap Ibu dapat menarik manfaat dari saran-saran yang diajukan. Salam.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Berita

Hati-Hati Mengurus Reklamasi

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bak sosok yang sakti mandraguna. Ia tam pak berani mengambil keputusan yang tak sesuai de ngan amanat Presiden Joko Widodo dalam salah satu rapat kabinet terbatas. Luhut nekat meneruskan kebijakan mereklamasi pantai utara Jakarta. Langkah itu tidak sejalan dengan sikap Presiden Jokowi yang amat berhati-hati dalam soal reklamasi.

Presiden menekankan bahwa kelanjutan proyek raksasa reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta harus menunggu kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Luhut rupanya tidak cukup sabar menanti kajian yang akan rampung pada Oktober ini. Mengandalkan kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta Perusahaan Listrik Negara, ia menyetujui kegiatan pengurukan sebagian laut Teluk Jakarta.

Categories
Parenting

Suka Banget Berlaku Agresif

Menendang, memukul, dan menggigit, belakangan ini jadi “hobi baru” si kecil yang memasuki usia batita. Ini dia penyebabnya. Tomi terlihat kesal. Bocah dua tahun ini berupaya meminta mainan dari kakak perempuannya, tetapi tidak digubris. Satu menit saja Tomi berusaha menunggu. Detik berikutnya ia sudah menarik mainan dari kakaknya sembari mencubit.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Kontan saja si kakak yang hanya berbeda 16 bulan itu menjerit dan menangis. “Dicubit adik,” ia mengadu ke mamanya. Sang Mama menghampiri, “Kenapa kakaknya dicubit, Tomi?” Tomi diam saja. Bibirnya mengerucut. Mama pun memilih untuk memisahkan sejenak kakakadik yang sedang marahan tersebut. Tapi ia tak henti berpikir, mengapa Tomi belakangan ini sering berbuat kasar. Kemarin, pengasuhnya digigit. Dalam minggu ini juga, papanya giliran kena tendang. Kenapa, sih?

Cerminan Rasa Frustrasi

Mama Papa jangan buru-buru menilai sikap kasar anak sebagai kepribadian si kecil. Menurut psikolog Nuri Sadida, masih terlalu dini untuk menilai perilaku agresif tersebut adalah bagian dari kepribadian si batita. “Karena kepribadian seseorang terbentuk seiring pertambahan usianya.” Pada usia batita, menurut Nuri, kita baru bisa mengamati apakah buah hati memiliki karakter yang cenderung sulit dikendalikan.

Biasanya hal ini, terlihat dari perilakunya yang mudah terganggu oleh perubahan, lebih banyak marah dan menangis daripada tertawa dan bahagia, serta perilaku tidak konsisten, misal, hari ini mudah tidur, keesokannya sulit disuruh tidur. Yang sedang terjadi pada batita sebenarnya, kesadaran akan keinginan mereka semakin berkembang, dan mereka semakin bersemangat menyampaikan keinginan mereka.

Sayangnya, mereka masih memiliki keterbatasan dalam menyampaikan apa yang mereka sukai dan tidak disukai. Mereka pun jadi “frustrasi” kalau keinginannya tidak didengar/dikabulkan. Jadilah, mereka akan berusaha mendapatkan keinginan itu dengan cara mereka sendiri. “Terlihat mereka mudah merebut, mengejar, dan sebagainya,” ujar Nuri.

Apabila tidak berhasil, atau merasa marah, lelah, dan berhadapan dengan situasi yang membuat tidaknyaman, mereka juga akan mudah menyalurkan energi dan emosinya melalui gerakan-gerakan bersifat fisik seperti menendang, memukul, dan menggigit. Jadi, wajar saja bila pada periode ini batita kerap melakukan tindakan agresif, terutama apabila ia merasakan ketidaknyamanan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Berita

Peluang Kecurangannya Besar

Setelah menang melawan National Sago Prima, Kemen terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyiapkan gu gatan atas sejumlah perusahaan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan. Direktur Penyelesaian Sengketa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jasmin Ragil Utomo menjelaskan ”jurus kunci” pemerintah kepada Syailendra Persada dari Tempo dalam wawancara di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa pekan lalu. Apa kunci kemenangan Kementerian Lingkungan Hidup melawan National Sago Prima?

Kami menyusun dakwaan sesederhana mungkin. Pasal yang kami gunakan juga tepat. Tujuh saksi yang kami datangkan ke pengadilan berkompeten di bidangnya. Bukan pengamat pesanan. Tapi satu hakim menyatakan beda pendapat…. Kami juga menyayangkan hal tersebut. Apalagi yang berbeda pendapat ternyata bersertifkat hakim lingkungan. Seharusnya dia lebih jernih dalam menafsirkan aturan tentang kerusakan lingkungan. Pernah ada upaya damai? Sebelum sidang tentunya kami melewati tahap mediasi. Tapi perusahaan tak terima atas sanksi yang kami ajukan. Akhirnya kami masuk sidang.

Categories
Resep

Lapis Daging Bogor untuk 3 porsi ala Cafe Instagramable di Jakarta

Lapis Daging Bogor untuk 3 porsi ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bahan: 350 gr daging gandik, iris tipis 2 btr telur, kocok lepas 2 btr cengkih 2 cm kayumanis 1 1/4 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 500 ml air 500 ml minyak, untuk menggoreng Bumbu Halus: 6 btr bawang merah 4 siung bawang putih 1 bh tomat

Cara Membuat: 1. celupkan daging ke dalam telur. Goreng di dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang hingga kuning kecoklatan. Tiriskan. 2. campur daging dengan bumbu halus, cengkih, dan kayu manis. bubuhi garam dan merica bubuk. Tuang air. 3. masak di atas api sedang sambil sesekali diaduk hingga matang.

Lapis Daging Manado untuk 4 porsi

Bahan: 350 gr daging gandik, iris tipis 3 btr cengkih 1 sdt garam 1 1/2 sdt gula pasir 1/4 sdt merica bubuk 2 sdm larutan maizena, dari 2 sdm maizena yang dilarutkan di dalam 2 sdm air 1 sdm minyak, untuk menumis 500 ml air Bumbu Halus: 4 btr bawang merah 2 siung bawang putih 4 bh cabai merah 1/2 sdt ketumbar 1/4 sdt jintan 1/4 sdt pala bubuk 1/2 cm jahe 1/2 cm kencur

Cara Membuat: 1. panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum. masukkan daging. aduk hingga berubah warna. 2. bubuhi garam, gula pasir, dan merica bubuk. aduk rata. Tuang air. masak hingga mendidih. Tuang larutan maizena. masak hingga meletup-letup.

Lorong Supermarket Bebas Plastik Ekoplaza, supermarket ternama di Belanda belakangan ini menarik perhatian publik dengan konsep terbarunya. Yakni, mengenalkan lorong bebas plastik bagi para pengunjung. alih-alih mengikuti tren, konsep ini diusung Ekoplaza sebagai upaya untuk memerangi polusi plastik di dunia. untuk memudahkan pengunjung, barang-barang di lorong bebas plastik diberi label bertuliskan ‘Plastic Free mark’. Rencananya, konsep lorong bebas plastik ini bakal diperluas hingga ke-74 gerai Ekoplaza lainnya yang tersebar di negara Belanda. Oh ya, dalam menunjang konsep ini, Ekoplaza juga bekerjasama dengan organisasi lingkungan di inggris, a Plastic Planet.

Categories
Berita

Panci Ketemu Tutupnya Bag2

Mama saya yang akan menilai dan memberi tahu kenapa saya tidak boleh mempertahankan pengasuh tersebut. Biasanya yang bikin Mama saya langsung nyuruh pulang karena pengasuh itu panjang tangan alias maling. Kata Mama saya itu fatal, bisa keterusan dan jadi kebiasaan.” Pengalaman Aris Mardiana pun tak jauh berbeda. ”Dari beberapa pengasuh yang pernah saya punya, hanya ada satu pengasuh yang menurut saya baik. Ini terlihat dari cara dia menyuapi dan mengajak main.

Pengasuh lainnya, kalau ada saya, terlihat perhatian tapi ketika mengajak main anak saya keluar, saya intip, anak saya tidak diperhatikan. Si pengasuh malah asyik melamun atau mainan HP. Jadi, menurut saya, kalau cari pengasuh, pastikan orangnya benar-benar baik dan kita tahu karakternya. Untuk mencari tahu, kita bisa tanya pada tetangga atau orang yang mengenalnya.” Nah, jadi masih banyak juga pengasuh yang dapat diandalkan. Sekarang tinggal bagaimana kita dapat menghargainya agar si mbak bisa terus betah mengasuh sang buah hati.

Categories
Parenting

Panci Ketemu Tutupnya

Umumnya faktor–faktor itulah yang membuat para mama sulit mencari pengasuh. Lalu bagaimana, apakah kita harus langsung menyerah begitu saja enggak punya pengasuh? Della memberi sedikit masukan tentang ini “Mencari pengasuh anak itu sama seperti proses ‘menjodohkan’. Istilahnya seperti ‘panci ketemu tutupnya’. Pe ngasuh andalan pada dasarnya memiliki pribadi yang dapat melengkapi apayang kita tidak dapat penuhi, namun sangat kita butuhkan,” jelas Della. Jadi, jangan-jangan selama ini kriteria Mama akan pengasuh belum pas. Contoh, kalau selama ini Mama selalu mencari penga suh yang good looking dan ramah untuk mengasuh bayi mungkin kurang tepat.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Karena untuk mengurus bayi, kita justru membutuhkan pe ngasuh yang gesit dan cekatan. Jadi coba Mama telusuri kembali keinginan, kebutuhan, dan kepribadian Mama. Saat mencari pengasuh, kita pun jangan sekadar mengandalkan feeling atau impresi sesaat bahwa si pengasuh terlihat sebagai pribadi yang menyenangkan. Periksa juga historis si pengasuh, dengan lebih banyak berbicara santai (tidak diinterogasi) tentang asal muasal. Seperti apa ia dibesarkan, pengalaman kerja sebelumnya, termasuk bercerita tentang bayi dan anak-anak yang pernah mereka asuh.

“Biarkan pengasuh bercerita tentang cara mereka mengasuh (evidence-based research), karena orang tidak akan dapat menjawab detail dan akan banyak memanipulasi ketika menjawab jika tidak benarbenar melakukannya. Mencoba lebih ‘kepo’ (cari tahu) di awal akan lebih bijak daripada baru mengetahui ‘sisi gelap’ mereka setelah sempat bekerja untuk kita,” tambah Della. Soal pengasuh andalan, Mariati Manurung urun rembuk di Fan Page nakita.

“Pengasuh saya sudah ikut saya hampir 5 tahun. Seumur anak saya yang kedua, Chelsea. Orangnya baik, supel, bicaranya juga sopan, punya tata krama, dan yang saya suka, dia mau belajar hal-hal yang dirasa baru dan positif. Sekarang Mbak Susan lagi belajar masak kue untuk bikinin anak-anak saya. Mama saya juga sayang sama Susan. Kata Mama, dia jujur, sopan, cekatan enggak males, dan sayang sama anak-anakku. Kalau pengasuh yang kurang menyenangkan, biasanya enggak akan bekerja lama.

Categories
Berita

Heboh Menteri Indo-Amerika Bag4

Sebaliknya, Arcandra hanya menyatakan ”telah mengembalikan” paspor Amerika miliknya. Dalam wawancara dengan majalah ini, ia mengungkapkan mendapat paspor Amerika sebagai syarat memperoleh paten atas teknologi perminyakan yang ia temukan. Jawaban Arcandra bahwa ia mau menerima paspor Amerika asalkan tak kehilangan paspor Indonesia— isyarat bahwa ia masih memiliki nasionalisme—bukanlah argumen yang meluluhkan hati.

Benar bahwa Arcandra bukan satusatunya warga Indonesia yang memiliki dua paspor. Tapi harus disadari: dalam sistem hukum kita, praktek itu tidak dibenarkan. Sikap Arcandra yang tak mau terbuka tentang apakah ia mengembalikan paspor Amerika sebelum atau setelah dilantik menjadi menteri memunculkan tanda tanya. Jika pengembalian itu dilakukan sebelum ia dilantik, semestinya Arcandra bisa meminta izin Presiden agar diperbolehkan masuk kabinet hanya setelah segala urusan selesai.

Categories
Parenting

Rahasia Umum Mencerdaskan Si Kecil

Rahasia 5: Hargai usahanya. Penelitian menunjukkan, anak-anak yang bekerja lebih keras dan berprestasi lebih baik di sekolah adalah anakanak yang orangtuanya lebih menghargai usaha atau bukan semata-mata kepintaran me reka. Jadi, daripada mengatakan, “Anak Ma ma pintar,” baiknya Mama menyampaikan kalimat se perti, “Wow, kamu pasti sudah berusaha dengan keras, ya.” Fokusnya adalah pada upaya membuat karya ketimbang hasil itu sendiri.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Hal itu akan membantu anak Mama mengasosiasikan kerja keras dengan ke suksesan. Mama pasti akan memetik buah dari metode seperti itu, ujar Tracy Cutchlow, karena kala anak-anak semakin besar, mere ka akan memiliki apa yang disebut “pola pikir pertumbuhan” (keyakinan bahwa mereka bisa melakukan lebih jika mereka berani mencoba) bukan “pola pikir tetap” (keyakinan bahwa apa yang bisa mereka la kukan sudah ditentukan oleh kemampuan dasar atau IQ).

“Hasil penelitian yang dilakukan lebih dari 30 tahun menunjukkan anakanak yang di besarkan di dalam rumah yang menganut pola pikir pertumbuhan secara konsisten mengalahkan teman -teman sebaya mereka yang punya pola pikir tetap dalam pencapaian akademik ,” sambung Tracy. Anak-anak dengan pola pikir pertumbuhan cende rung punya sikap yang le bih menye garkan saat menghadapi kegagal an. Mereka tidak merenungkan kesalah an mereka. Mereka ha nya memahami kesalahan sebagai masalah untuk dita ngani, dan kemudian kembali bekerja untuk mengatasinya.

Rahasia 6: Gunakan telunjuk Mama. Saat berumur sembilan bulan, anak-anak mulai bisa mengikuti arah jari-jari Mama untuk mencari tahu apa yang te ngah Mama tunjuk, ujar Ross Flom. Penelitian menunjukkan, anak-anak akan bisa mempelajari bahasa dengan lebih cepat jika Mama menggunakan telunjuk Mama untuk menunjuk benda-benda—mi salnya, mobil—sam bil mengucapkan nama benda tersebut .

Melakukan inter aksi bersama semacam itu disebut “pemusatan per hatian ber sama”. Ar tinya, si kecil punya kemampuan untuk ber komunikasi kepada Mama perihal sesuatu (dan seseorang) di luar ia dan Mama. Sekalinya si kecil punya kemampuan ini, ujar Ross lagi, komunikasi antara Mama dan si kecil akan semakin canggih. Agar otaknya bisa semakin terangsang, ajak anak jalan jalan ke kebun binatang. Di sana, Mama dan si kecil bisa sama-sama memusatkan perhatian ke salah satu binatang, contohnya jerapah. “Tunjuk objeknya, bicarakan objek tersebut, dan deskripsikan,” ujar Ross lagi. Dengan cara ini, Mama sudah membantu mendorong perkembangan sosial, kognitif, serta bahasa anak. D emikian enam rahasia membesarkan balita cerdas.

Sumber : pascal-edu.com